Feature Hal Penting yang Patut Diketahui Mahasiswa yang Ingin Menikah karena Lelah


”Capek, Pengen Nikah Aja” 




Menikah muda menjadi pilihan favorit bagi sebagian kalangan mahasiswa. Banyak alasan yang melandasi mahasiswa mahasiswa untuk mengambil pilihan ini. Sebagian menikah karena berlandaskan ingin menyempurnakan separuh agama, mencari ketentraman, sudah ada calon pendamping hidup yang sesuai dan siap menikah atau bahkan ada yang beralasan karena “lelah kuliah” sehingga memilih untuk menikah saja. Namun mereka lupa bahwa banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menikah. Karena menikah tidak cukup hanya karena merasa capek kuliah. Mengapa? Berikut hal penting yang perlu diketahui mahasiswa yang berkeinginan menikah karena lelah kuliah :
1.      Menikah mengharuskanmu tak pernah lelah dan tak pernah mengeluh.
Apabila kamu merasa memiliki tugas-tugas sulit yang menumpuk, kegiatan-kegiatan yang membuatmu lelah mengerjakannya maka yang kamu perlukan bukanlah menikah. Namun istirahat sejenak, menikmati secangkir teh atau sekedar jalan-jalan untuk merefresh dirimu. Ketika menikah maka tanggung jawabmu akan bertambah dan tugas tugasmu pun bertambah sebagai suami atau pun istri. Kamu bisa saja mengeluh “lelah kuliah” namun apa bisa jikalau kamu mengeluh “lelah menikah”?

2.      Menikah adalah urusan yang jauh lebih besar dari sekedar tugas-tugas itu.
Tugas kuliah yang kamu keluhkan benar tidak ada apa apanya dibandingkan menikah. Tugas menjadi suami ataupun istri jauh lebih kompleks. Bila ketika single saja sering keteteran mengatur waktu dan mengurus diri sendiri, bagaimana mau mengatur rumah tangga? Memimpin rumah tangga? Mengurus seorang suami? Sebaiknya kamu melatih mengelola waktu dan diri sendiri sebelum memutuskan untuk menikah.

3.      Kehidupan setelah menikah memerlukan modal yang besar dibandingkan uang sakumu.
               Jika kamu merasa kekurangan uang saku untuk nongkrong dikantin bersama teman-temanmu, maka yang kamu butuhkan adalah menjadi “kreatif”. Kamu bisa melakukan banyak cara untuk menambah uang saku. Seperti mengajar private, berjualan makanan ringan, membuka online shop dan kegiatan kegiatan lain yang menghasilkan namun tidak mengganggu waktu kuliah. Bukan minta nikah lalu berharap mendapat uang dari pasanganmu. Ketika menikah, bukan uang saku lagi yang menjadi prioritas, namun hal yang jauh lebih besar. Belum memiliki kemapanan ekonomi menjadi masalah pelik bagi pasangan muda. Urusan “dapur mengepul” adalah urusan wajib dalam kehidupan rumah tangga. Jika urusan ini tidak terpenuhi maka dapat berujung konflik keluarga. Persiapan finansial yang baik sebelum memasuki dunia pernikahan adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum menikah.




Comments

Popular posts from this blog

Cerpen bertemakan Kebangsaan. Sekuntum Melati Untuk Bangsa

Berkunjung ke Tribun Jambi

Cerpen bertemakan Kebangsaan. Namaku Mahardika